(Catatan 16th KAMMI)
Hari ini 29 Maret 2014 usiah KAMMI genap 16th,
pada memontum ini saya
mencoba menulis cerita pengelaman hidup saya bergabung dengan organisasi
yang telah banyak berkonstribusi merubah persepsi saya tetang
kehidupan.
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau yang bisa
di singkat dengan sebutan (KAMMI) merupakan organisasi berbasis
mahasiswa Islam Indonesia, yang di deklarasikan di Universitas
Muhammadiyah Malang 29 maret 1998 oleh para aktivis-aktivis dakwah
kampus di masa itu. dari sejarah lahirnya KAMMI pada saat tak lain karna
adanya suatu keprihatinan yang mendalam akan kondisi bangsa yang sangat
terpuruk pada zaman orde baru saat itu, para aktivis kampus mengangap
perlu membuat suatu fron aksi yang bisa menjadi wadah untuk mengawal dan
melakukan perlawan terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak
pro dengan masyarakat, sehingga di deklarasikanlah Kesatuan Aksi
Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).
KAMMI bagi saya merupakan suatu bagian penting dalam sejarah perjalan
hidup saya, di sini saya belajar tentang arti sebuah kehidupan, dan
perjuangan. di KAMMI saya banyak di ajarkan tentang bagaimana menjadi
seorang Muslim yang benar, belajar tetang Sosial, dan juga tetetang
pejuangan Politik.
Selain itu melalui KAMMI ini
pula saya bertemu dan mengenal orang-orang yang luar biasa, bertemu
dengan sahabat seperjuangan yang relah berkorban waktu, tenaga, maupun
materi dalam berjuang di jalan Islam, berjuang untuk sosial, dan
kemanusian. disini saya mengenal dan bersaudara orang-orang yang sangat
luarbiasa, suatu persaudaraan yang di pertemukan dalam ikatan ideologi,
bersaudaraan yang begitu indah murni tanpa kamuflase yang mengatas
namakan kehidupan, tetapi suatu persaudaraan yang murni atas suatu
ikatan perjuangan, tujuan visi bersama. sunguh pengalaman di saya di
KAMMI menjadi suatu hal yang sangat berkesan dalam catatan sejarah
kehidupan saya.
Di KAMMI saya diajar/belajar bahwa kehidupan
ini bukan semata-matan untuk diri kita sendiri tapi ada interaksi
sosial sesama manusia dan interaksi penghambaan kita sebagai manusia dengan
Allah SWT. Sebagai sangpencipta.
Pertemua Pertama.
Sejak
pertamakali kuliah di Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) banyak
teman-teman dan para senior-senior pada saat itu memperkenalkan berbagai macam organisasinya mulai
dari organisasi kiri sampai yang kanan.
Boleh di kata pada awal memasuki dunia kampus saya termasuk Mahasiswa
Baru (MABA) yang pada masa-masa itu di katakan sebagai proses pencarian
jati diri (tidak tau juga jati dirinya ngumpat dimana ya... =D).
Dengan semangat proses pencarian jati diri ini sayapun mulai banyak
mengikuti diskusi-diskusi dan kajian-kajian yang di adakan oleh
senior-senior di kampus, dimulai diskusi tentang Tri darma mahasiswa
(agen of change, sosial kontrol, moral post), kajian politik, revolusi,
hingga sampai kajian ketuhanan, Sehingga pada saat itu terpikir untuk
bergabung dengan salah satu organisasi, mulailah diriku dengan segenap
perasaan galau mencari jati diri ,
mulai mempelajari beberapa organisasi yg ada pada saat itu. Hari demi
hari berlalu minggupun berlalu, dengan semangat kegalauan mencari jati
diri saya terus mengikuti kajian di kampus dan berharap menemukan
organisasi yang tepat yg bisa menjawab pertanyaan dalam diri saya
tentang hakikat kehidupan itu. Waktupun terus berlalu tapi kajian-kajian
di kampus tidak juga memberikan gambaran yang tepat dalam diri saya
tentang hakikat kehidupan itu.
Hingga pada saat itu salah satu
teman memberikan formulir DM1, awalnya kurang tertarik untuk ikut tapi
setelah sedikit membaca informasi dan artikel tentang KAMMI di internet
saya pun berpikir tidak ada salahnya untuk di pelajari dulu, mulailah
mencari informasi KAMMI di kampus dengan bantuan teman saya pun berhasil
bertemu dan berdiskusi dengan Akh. Muhammad Yusuf yg pada saat itu
menjabat sebagai ketua Komsat UNCP, dari diskusi2 dengan Akh. Yusuf saya
mendapat gambaran yang berbedan tentang konsep perubahan, dan akhirnya
saya memutuskan untuk mengikuti DM1 ini, materi-materi yg saya dapatkan
pada DM1 berbeda dengan kajian2 yang saya ikuti di kampus, pada kajian2
di kampus banyak membahas tentang sosial, politik, revolusi, pada DM
menurut saya lebih konstriktif karna mengintegrasikan bahwa perubahan
itu tidak bisa lepas dari Agama, syahadat sebagai tonggak perubahan,
syumuliatul Islam, ect... dan yang paling menarik perhatian saya pada
saat itu materi tentang Ma’rifatul Insa (hakikat manusia) pada materi
ini saya banyak belajar tentang hakikat kehidupan kita sebagai manusia.
KAMMI menjadi suatu bagian terpenting dalam perjalanan hidup saya,..
hari KAMMI genap berusia 16th, semoga senantiasa bergerak untuk mencetak pemimpin-pemimpin masa depan Indoensia.